Al-Walid bin Yazid

 Al-Walid bin Yazid


BIOGRAFI Al-Walid bin Yazid



   AL - Walid bin Yazid bin Abdul Malik dilahirkan pada 90 Hijriyah. Ketika ayahnya, Yazid bin Abdul Malik, diangkat sebagai khalifah, Walid baru berusia 11 tahun. Seperti dituturkan At-Tabari dalam Tarikh Al-Umam wa Al-Muluk, ketika diangkat menjadi khalifah, Yazid bin Abdul Malik ingin mengangkat putranya, Walid sebagai putra mahkota. Namun saat itu Walid masih belum cukup usia. Yazid terpaksa mengangkat saudaranya, Hisyam bin Abdul Malik sebagai cikal penggantinya. Sedangkan Walid sebagai putra mahkota kedua.


    Ternyata, Yazid masih hidup hingga putranya cukup usia. Yazid sangat menyesal karena terlanjur mendahulukan saudaranya daripada putranya sendiri. Menurut riwayat, ia pernah berkata, "Tuhanlah yang menjadi hakim antara aku dan orang-orang yang telah menjadikan Hisyam sebagai pemisah antara aku dan engkau."

    Kisah buruk tentang Khalifah Yazid ini tentu saja tidak bisa diterima begitu saja. Ketika terjadi pertentangan antara dua keluarga itu, tentu peluang menjelek-jelekkan nama baik musuh sangat besar.

    Begitu Yazid meninggal, Hisyam naik tahta sebagai khalifah kesepuluh Daulah Umayyah. Sudah bisa ditebak, terjadi pertentangan antara Khalifah Hisyam dan keponakannya, Walid bin Yazid. Apalagi beberapa ahli sejarah menyebutkan, akhlak Walid tidak terlalu baik. Ia sering minum-minuman keras dan berfoya-foya.


SILSILAH

khalifah Al-Walid Bin Yazid segera melarikan diri ke-kediamannya. Namun sepuluh diantara pasukan musuh berhasil menenmukan persembunyiannya. Ketika dikepung ia sempat berkata,’’Bukankah aku telah memberi hadiah kepada kalian? Bukankah aku telah meringankan beban kalian yang berat? Bukankah aku telah memberi makan orang-orang fakir diantara kalian?”. Mereka mengepungnya dan menjawab,’’Kami tidak membencimudari diri kami sendiri. Kami mengepungmu karena engkau terlalu banyak melanggar batasan-batasan aturan Allah SWT. Engkau minum-minuman keras, menikahi istri ayahmu dan melecehkan perintah Allah SWT. ”ia meninggal pada usia 40 tahun, dan kepalanya dipancung. Ia memerintahkan selama satu tahun dua bulan 22 hari saja. Kemudian tahta kekhalifahan diduduki Yazid bin Walid.



Penulis : Dewi Septianingrum




Komentar

Postingan populer dari blog ini

final project_Dewi Septianingrum